« Home | silsilah iman kpd hari akhir -8- » | Silsilah Iman Kepada Hari Akhir -7- » | silsilah iman kpd hari akhir -6- » | silsilah iman kpd hari akhir -5- » | silsilah iman kpd hari akhir -4- » | Silsilah Iman Kepada Hari Akhir ( 1 ) » | Rindu Baitullah -2- » | SILSILAH IMAN KEPADA HARI AKHIR ( -3- ) » | silsilah iman kpd hari akhir ( 2 ) » | Rindu Baitullah »

silsilah iman kpd hari akhir -9-

SILSILAH IMAN KEPADA HARI AKHIR -9-

PEMBALASAN DI ANTARA MAKHLUQ
Allah yang Maha Adil dan Maha Bijaksana akan membalas kedholiman orang dholim kepada orang didholimi, sehingga tidak ada sisa kedholiman pada seorangpun, bahkan hewanpun saling membalas kedholiman di antara mereka. Rasulullah bersabda:"Barang siapa memukul seseorang secara dholim, maka ia akan dibalas pada hari qiyamat".[1]

Pada hari qiyamat, modal manusia yaitu kebaikan-kebaikannya. Jika ia mempunyai kedholiman terhadap sesama, maka mereka akan mengambil kebaikan-kebaikannya dengan ukuran sesuai kedholimannya. Jika ia tidak mempunyai kebaikan, atau kebaikannya sudah habis, maka kejelekan-kejelekan mereka akan dibebankan kepadanya.

Rasulullah bersabda:"tahukah kalian orang yang falas?". Mereka menjawab;"orang yang falas yaitu yang tidak mempunyai uang ataupun harta. Rasul bersabda:"orang yang falas yaitu orang datang pada hari qiyiamat dengan sholat, puasa dan zakat, tetapi ia menghina si fulan, menuduh zina kepada si fulan, dan memakan harta si fulan, membunuh si fulan, memukulnya. Maka si fulan akan diberikan kebaikannya (orang yang falas), jika kebaikannya telah habis, maka kejelekan si fulan akan diambil dan diberikan kepada si falas, lalu ia dilemparkan ke neraka"[2]

*dahsyatnya urusan darah
Termasuk salah satu hal yang paling agung di sisi Allah yaitu masalah pembunah tanpa hak yang syar'I. Rasulullah bersabda:"Hal yang pertama akan diputuskan/dihisab pada hari qiyamat yaitu urusan darah (jiwa)".[3]
Hadits di atas tidak bertentangan dengan hadits "hal yang pertama di hisab yaitu sholat". Karena hadits yang pertama berkenaan dengan hak manusia, sedang yang kedua berhubungan dengan hak Allah.





M I Z A N ( TIMBANGAN)

Qurtubi berkata: "setelah penghisaban selesai, maka setelah itu adalah penimbangan amalan…."
Nash-nash tentang mizan menunjukkan bahwa mizan pada hari qiyamat yaitu mizan pada hakekatnya. Tidak ada yang bisa memperkira-kirakan kecuali Allah. Rasulullah bersabda:"Mizan/Timbangan akan ditegakkan pada hari qiyamat, jika langit dan bumi ditimbang dalam mizan tersebut…"[4]
Mizan tersebut adalah mizan yang sangat cermat dan teliti, tidak akan menambahi ataupun mengurangi.
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika [amalan itu] hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan [pahala] nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. (lihat QS. Al Anbiya: 47)

Apakah yang akan ditimbang dalam mizan?
Para Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.
Pendapat pertama: yang ditimbang yaitu amalan-amalan hamba. Amalan-amalan tersebut akan mempunyai fisik lalu diletakkan di mizan untuk ditimbang. Dalilnya, hadits "Dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, berat di timbangan: ….."[5]
Pendapat kedua: yang ditimbang yaitu orangnya sendiri (yang mempunyai amalan). Nash-nash juga menunjukkan bahwa orang-orang akan ditimbang pada hari qiyamat, mereka akan menjadi berat atau ringat dengan kadar keimanan mereka, bukan dengan kadar besarnya tubuh mereka.
Pendapat ketiga; yang ditimbang yaitu catatan amalan (shohifah/raport).
Dan barangkali, tiga-tiganya akan ditimbang, hal ini untuk menggabungkan dalil-dalil ataupun nash yang ada. Maka dengan ini, bahwa seorang hamba dan kebaikan-kebaikannya akan ditimbang dan diletakkan di neraca, sedangkan kejelekan-kejelekan dan catatan amalannya diletakkan di neraca yang lain. Wallahu a'lam.

Amalan-amalan yang bisa memberatkan timbangan
"sesungguhnya yang paling berat ditimbangan seorang hamba pada hari qiyamat yaitu akhlaq yang baik..."
"Dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, berat di timbangan: Subhanallah wabihamdihi subhanallahil adzim"
"barang siapa yang menginfakkan kedua dijalan Allah karena keimanan padaNya, dan membenarkan janjiNya, maka rasa kenyang hausnya, kotorannya, pipisnya menjadi pahala kebaikan dalam mizannya pada hari qiyamat".

T E L A G A

Allah memuliakan RasulNya, Nabi Muhammad pada hari yang sangat dahsyat dengan memberikan padanya telaga yang sangat luas, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih wangi dari minyak misik, air ini bersumber dari sungai kautsar yang diberikan Allah kepada rasulNya di surga. Telaga ini akan didatangai oleh umat Rasulullah, barang siapa yang meminumnya sekali tegukan maka ia tidak akan dahaga selama-lamanya.
Para Ulama berbeda pendapat tentang waktu telaga ini. Sebagian berpendapat bahwa telaga dan kejadian ini terjadi sebelum menyebrang shirat. Sebagian berpendapat bahwa hal ini terjadi setelah menyebrang shirat.
Hadits-hadits tentang telaga ini sangat banyak, hingga dihukumi mutawatir.

*orang-orang yang akan datang dan dapat meminumnya darinya, dan orang-orang yang akan didorong darinya hingga tidak bisa minum.
Qurthubi berkata: "orang-orang yang murtad, atau membuat hal baru yang tidak sesuai dengan syariat islam maka mereka akan terusir dan terdorong dari telaga…."


PENGGIRINGAN KE TEMPAT TERAKHIR: SURGA ATAU NERAKA

*Setiap Ummaat di minta untuk mengikuti tuhan yang dulu disembahnya ketika di dunia.
Pada akhir kejadian hari kiyamat, manusia akan digiring ke tempat tinggal yang teakhir, Surga atau Neraka. Rasulullah telah memberi tahu kepada kita bahwa setiap ummat diperintah untuk mengikuti tuhan yang dulu disembah pada akhir hari kiyamat ini. Orang yang menyembah matahari akan mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan akan mengikuti bulan, begitu seterusnya, kemudian tuhan-tuhan tersebut akan berguguran di neraka, dan pengikut (penyembahnya) berguguran dibelakangnya.
Tidak ada yang terseisa setelah itu kecuali Orang mukminin dan sisa-sisa ahli kitab, juga orang munafiqin. Lalu Allah berkata kepada mereka: Apa yang kalian tunggu? Mereka menjawab: kami menunggu Tuhan kami. Kemudian Allah keluar, padawaktu itu mereka semuanya langsung tersungkur untuk bersujud, kecualli orang munafiq, mereka tidak bisa untuk melakukan itu "Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa. (Al Qalam:42)
Lalu kaum mukminin mengikuti Tuhan mereka, kemudian jembatan Shirath ditegakkan. Mereka diberikan cahaya, dan berjalan di atas shirat. Adapun kaum munafik, cahaya mereka dipadamkan, dan dikatakan kepada mereka: "kembalilah ke belakang, dan carilah cahaya". Manusia akan berjalan di atas shirat dengan kecepatan sesuai dengan keimanan dan amalan sholihahnya.

Hanya orang-orang mukmin saja yang berjalan di atas shirat, termasuk di dalamnya orang-orang munafik, orang-orang mukmin yang bermaksiyat. Adapun Orang-orang kafir akan mengikuti tuhan mereka masing hingga berjatuhan ke dalam neraka.

*Hakekat sirath dan aqidah ahlus sunah wal jamaah tentang shirath.
Kata as shirat secara bahasa berarti jalan yang jelas. Secara istilah syar'i: jembatan yang berada di atas neraka jahannam, jembatan ini akan di seberangi oleh orang-orang terdahulu dan orang-orang akhir.
Adapun sifat-sifat sirat ini:
-sirat tersebut adalah jembatan pada hakikatnya, jembatan yang berdiri di atas neraka jahannam.
-sirat tersebut lebih tajam dari pedang,
-lebih tipis dari rambut
-terdapat jangkar-jangkar yang siap menerkam

"Bayangkanlah apa yang akan terjadi pada dirimu sedang engkau melilhat shirath, matamu melihat gelapnya neraka jahannam di bawah shirath, telingamu mendengar suara desiran api dalam kemarahannya, kemudian engkau diperintah untuk menyebrangnya, sedangkan engkau sangat lemah, hatimu bergoncang dan bergetar karena ketakutan, kakimu juga ikut bergoncang, punggungmu terasa berat karena banyaknya beban dosa…bayangkan ketajaman shirat, bagaimana jika salah satu kakimu mengenainya, terpaksa salah satu kaki yang lain akan kau angkat..bayangkan, sedangkan orang-orang berjatuhan dan penjaga neraka yang menyambut mereka dengan jangkar-jangkar dan duri-duri, kepala mereka menghadap ke nereka dengan kaki berada di atas…sungguh pemandangan yang dahsyat".






[1] Shohih jami' shoghir no.6250
[2] Shohih bukhori
[3] Jami' al usul
[4] Silsilah hadis shohih no 941
[5] Shohih bukhori

0 Responses to “silsilah iman kpd hari akhir -9-”

Post a Comment

Links to this post

Create a Link



www.flickr.com

© 2006 ummi asiya | Blogger Templates by GeckoandFly| diutak-atil olehabi asiya .